Jumat, 23 September 2011

Tips Men-Desain Kamar Tidur

Sebutkan satu tempat yang paling Anda sukai di dalam rumah, pasti kebanyakan akan menjawab kamar tidur.
Di ruangan inilah kita bisa mendapatkan ketenangan dan beristirahat setelah aktivitas seharian. Sayangnya, seringkali karena keterbatasan tanah, ukuran kamar tidur tidak sesuai dengan yang kita inginkan.
Sebenarnya ada trik yang bisa dilakukan untuk menyiasati dekorasi di ruang favorit ini menjadi lebih lega dan nyaman. Kami akan membagikannya untuk Anda.
1. Gunakan warna cerah
Warna cat dinding yang cerah akan merefleksikan cahaya lebih baik, sehingga efek yang dihasilkan dari pencahayaan lebih maksimal. Ada beberapa warna cat yang bisa digunakan selain putih, misalnya hijau pupus atau krem.
Sesuaikan warna cat dengan warna hiasan dinding, pilihlah corak hiasan dengan warna senada atau lebih terang. Warna lemari bisa dibuat sama dengan warna dinding sehingga kesannya lebih luas dan jangan membuat berat ruang dengan warna tirai yang mencolok pada jendela. Jika warna ruangan Anda sudah terlanjur gelap, cobalah untuk memindahkan warna gelap sebagai ’background’ dengan memaksimalkan warna putih atau warna gading. Berhati-hatilah dalam menggunakan wallpaper. Untuk amannya, gunakan warna solid, dengan corak kecil-kecil. Apapun warna dinding yang Anda pilih, kami rekomendasikan untuk menggunakan warna putih pada langit-langit kamar untuk memaksimalkan cahaya.
2. Cermin
Cermin memiliki efek yang sangat baik untuk memberi kesan luas pada ruangan. Cermin besar dapat merefleksikan cahaya ke seluruh ruangan. Selain itu kehadiran cermin juga merefleksikan cahaya alami atau cahaya buatan untuk membuat ruangan terlihat lebih terang, baik siang ataupun malam. Akan lebih efektif lagi jika cermin diletakkan dekat jendela, sehingga view dari luar ruangan tertangkap.
3. Letakan perabotan di sudut
Atur perabotan di sudut, sehingga jarak pandang menjadi lebih luas. Malah kita bisa mendapatkan tambahan space diantara sudut-sudut ruangan.
4. Sesuaikan perabotan dengan ukuran ruangan
Gunakan furnitur dengan desain minimalis. Tempat tidur adalah mebel yang dominan dalam ruang tidur, pada ruangan yang sempit, akan lebih bijaksana jika Anda tidak menggunakan headboard (kepala tempat tidur). Sesuaikan pula perabot penunjang lainnya, kursi tanpa sandaran atau sofa kecil akan lebih baik daripada perabotan berat.
Saat ini sudah banyak toko mebel yang khusus menyediakan furnitur untuk apartemen. Meski ukurannya kecil, perabotan yang sesuai dengan luas ruangan akan memudahkan penataan.
Akan lebih baik bila mebel yang dipilih didesain khusus sesuai besaran ruang atau yang multifungsi. Yang penting, gerakan tubuh dalam melakukan aktivitas tidak terganggu dengan hadirnya mebel ini.
(dari berbagai sumber)

Memilih Pintu Kamar Mandi


Mengacu pada cara pakai dan kondisinya, kamar mandi dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu kamar mandi kering dan kamar mandi basah. Selain itu, juga umum dibuat kamar mandi bergandengan dengan WC dalam satu areal (ruang) demi alasan kepraktisan, efisiensi, ataupun lantaran keterbatasan lahan.
Ada rumah mewah dengan lahan yang luas, masalah kepraktisan dan efisiensilah satu-satunya alasan disatukannya kamar mandi dan WC. Adapun pada rumah kelas menengah-bawah masalah keterbatasan ruang mendominasi alasan penyatuan kamar mandi dan WC.
Bagi sebagian masyarakat perkotaan ada “dalil” lain lagi, yakni ruang sempit di bagian bawah tangga peruntukannya hanya (mutlak) untuk kamar mandi/WC.
Kamar mandi kering dirancang untuk pola mandi yang bernuansa eksklusif. Di dalam zona pribadi ini biasanya tersedia bathtub, wastafel (dilengkapi meja rias), kloset duduk, dan berbagai aksesori modern lainnya. Sesuai dengan namanya, dalam sebuah kamar mandi kering tidak akan ditemui ceceran atau genangan air di permukaan lantainya karena pola mandi yang dilakukan adalah berendam di dalam bathtub. Meskipun tak jarang di dalam kamar mandi kering masih dilengkapi dengan ruang shower.
Kamar mandi basah lebih akseptabel terhadap pola mandi apa pun, baik itu cara mandi “byar-byur” memakai gayung ataupun yang menggunakan selang shower.
• Pintu panel kayu
Pola mandi pada kamar mandi basah membawa persoalan tersendiri, terutama pada perawatan daun pintu dan kusen kamar mandi yang terbuat dari bahan kayu.
Oleh karena air bercipratan ke mana-mana tentu saja pintu kamar mandi tak luput dari guyuran air setiap harinya. Siraman air yang terus-menerus sudah pasti akan merusak daun pintu, menyebabkan lapuk dan rusak.
Memang benar lapisan cat, duco, melamin, ataupun pelitur dapat melindungi pintu panel kamar mandi dari guyuran air, namun itu hanya bersifat sementara. Secara perlahan tapi pasti pintu panel dan pasangan kusennya akan melapuk dan hancur. Biasanya diawali dari bagian bawah sebagai tempat paling lama mengalami kebasahan (tempat mengumpulnya tetesan air).
Jika sudah demikian, tak ada jalan lain kecuali mengganti pintu panel dan kusennya dengan yang baru. Menggantinya dengan pintu panel dan kusen yang terbuat dari bahan kayu lagi? Melakukan kesalahan yang sama lagi?
Dapat dikatakan pintu panel kayu bukan material yang ideal untuk pintu kamar mandi/WC basah.
• Pintu panel aluminium
Ada beberapa macam material atau bahan dasar dalam pembuatan pintu panel yang tahan air (water resistant), salah satu di antaranya adalah aluminium. Selain tahan terhadap air, aluminium juga merupakan material yang antikorosi (karat). Memiliki dua macam warna dasar utama (coklat dan kelabu), aluminium dapat dibuat menjadi pintu panel dan kusen dengan sistem rakitan yang praktis.
Meskipun pintu panel aluminium dapat didesain dengan berbagai model, namun sayang kesan yang ditampilkan material ini kaku dan membosankan, dan juga sering kali tidak selaras dengan tema rumah- rumah di kawasan tropis yang banyak menggunakan kayu.
Kelemahan lain dari pintu aluminium adalah kekokohannya yang mudah berubah akibat keliman yang lepas atau mengendor dan juga suara berisik yang kadang ditimbulkan saat buka-tutup jika presisi pintu berubah.
• Pintu panel vinil
Pintu panel vinil adalah pintu yang keseluruhan body-nya dari bahan vinil, semacam plastik/ PVC, yang diproduksi dengan sistem moulding. Dengan rancangan “penulangan” yang berongga-rongga, pintu ini lumayan kuat dan dijamin tahan air.
Adapun untuk memberi tampilan yang lebih artistik dan variatif, kedua permukaan (cover) daun pintu dapat ditambahkan lapisan lembaran tipis serupa tacon yang dilekatkan dengan teknik pengeleman.
Dibandingkan dengan pintu kayu dan pintu aluminium, pintu panel vinil lebih elegan dan eksklusif. Maka, pintu panel vinil pun kini marak digunakan pada berbagai bangunan, seperti rumah tinggal, hotel, apartemen, rumah sakit, dan bangunan komersial lainnya.
Pun dapat dipilih berbagai tampilan daun pintu yang sesuai dengan selera dan warna yang diinginkan, misalnya motif urat kayu, polos ataupun motif tekstur lainnya. Baik yang permukaannya mengilap serupa sentuhan melamin maupun yang mat (dof).
Selain itu, meskipun pintu jenis ini menggunakan sistem penulangan berongga, masih dapat ditanamkan kunci khusus toilet yang berbentuk bulat dan engsel pintu (yang juga terbuat dari bahan vinil) setelah terlebih dulu diberi bantuan sisipan kayu di dalam rongganya.
Pintu panel vinil ini yang sudah umum digunakan di luar negeri tidak hanya ditempatkan di kamar mandi/WC melainkan dapat pula dipasang pada kamar tidur, ruang baca, dapur dan berbagai ruang lainnya.
Harganya pun relatif murah sebab tidak lagi memerlukan finishing seperti pada pintu panel kayu yang masih harus dimelamin atau diduco, yang biayanya tentu tidak kecil. Dan juga perawatannya sangat mudah karena tinggal mengelap.
Adapun kelemahan dari pintu vinil ini adalah lapisan cover pintu panel yang hanya rekatan di kedua permukaannya, yang semula dimaksudkan untuk mengoptimalkan keindahan penampilan pintu tersebut. Apabila lapisan tersebut sobek atau “terluka”, cipratan air akan merembes ke bawah lapisan dan merusak lem perekat di bawahnya yang pada akhirnya mengakibatkan lepasnya lembar pelapis.
Kekurangan utama lainnya adalah ketidakmampuan pintu panel ini menahan terpaan terik sinar Matahari. Meskipun pintu vinil ini boleh dipasangkan pada berbagai ruang selain kamar mandi/WC, sebaiknya pemasangannya hanya pada areal interior saja yang tidak berhubungan langsung dengan sinar Matahari. Selain dapat mengakibatkan perubahan bentuk (melendut dan terpuntir), sinar Matahari dapat memudarkan warna lapisan cover-nya yang memang tidak seawet warna cat atau warna aluminium yang sangat permanen.
Apa pun yang akan dipilih, sebaiknya tidak membiarkan begitu saja kusen (kayu) pintu kamar mandi yang rusak. Mengganti sebagian kaki kusen dengan cara “mengamputasi” tidak sekali-kali dibenarkan oleh aturan fengsui karena dapat mengundang berbagai malapetaka.
(dari berbagai sumber)

Senin, 19 September 2011

Mudahnya Menyewa Gudang

Mau aman terhindar dari konflik sewa gudang atau kantor? ikuti cara - cara berikut ini!


A. Segi kepemilikan :

Sebelum ada kesepakatan untuk sewa gedung atau kantor, pastikan terlebih dahulu segi kepemilikannya. Anda sebagai penyewa berhak dan patut menanyakan bukti kepemilikan orang/ pihak yang menyewakan, bisa dengan Sertifikat dan IMB atas bangunan tersebut. Kalau tidak bisa memperlihatkan dokumen aslinya, harus jelas kenapa dan apa alasannya.

Kejelasan dari kepemilikan bangunan tersebut sangat penting agar hak dan kepentingan anda sebagai penyewa tetap terjamin secara hukum.

Adakalanya status bangunan yang akan disewakan sedang atau dalam status dijaminkan kepada pihak yang lain. dalam hal ini, sebaiknya ada izin tertulis dari si pemegang jaminan yang menyatakan tidak keberatan rumah yang dijaminkan tersebut akan disewakan dan dinyatakan bahwa benar surat-surat aslinya berada serta dikuasai olehnya.
 

B. Peruntukan Bangunan :

Perhatikan peruntukan dari bangunan/ rumah yang akan disewakan. Saat ini, meskipun dikawasan perumahan terkadang terdapat zona larangan untuk usaha. Banyak kejadian yang pada akhirnya berujung konflik dimana pemilik rumah objek sewa menjanjikan bahwa akan mendapat dispensasi peruntukan usaha padahal objek rumah sewa tersebut termasuk zona larangan alih fungsi usaha.

Sebagai penyewa, Anda harus cermat. Kalau si pemilik mengklaim bisa memberikan dispensasi tersebut, cek kebenarannya pada instansi terkait. Jangan terburu-buru memberikan uang sewa terlebih dahulu karena jika ternyata dispensasi yang seperti diperjanjikan tersebut tidak anda dapatkan/ terpenuhi, sulit menarik kembali uang yang sudah disetor.

C. Isi Perjanjian :

Mengenai isi perjanjian perhatikan ada tidaknya klausul tentang menyewakan kembali objek sewa menyewa tersebut (pratelan). Ini perlu karena pada umumnya, pemilik objek sewa tidak mau menyewakan dalam waktu sewa yang pendek. Jika diperkenankan untuk menyewakan kembali objek sewa, perhatikan bagaimana prosedurnya, apakah diperlukan persetujuan tertulis atau cukup memberi tahu saja.

Konflik yang sering terjadi dalam perjanjian sewa gudang maupun kantor adalah ada pada masalah perbaikan-perbaikan rumah dan peralatan yang lain (seperti AC, telepon, jetpump, dll). Siapa yang harus memperbaikinya ? biasanya, pemilik objek sewa-lah yang bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan tersebut namun jika si pemilik tidak mau, Anda sebagai penyewa dapat meminta suatu jaminan berupa sejumlah uang sewa yang dipegang anda sebagai penyewa. Artinya, kelak jika terjadi perbaikan-perbaikan rumah dan peralatan lainnya anda bisa menunjuk pihak lain untuk memperbaikinya. Ini lebih mudah dilakukan dibandingkan anda harus menunggu si pemilik untuk memperbaikinya.

Untuk anda pemilik objek sewa gudang, sebaiknya cantumkan ketentuan tentang ketertiban umum, kebersihan dan kesusilaan. Jangan sampaikan kelak anda sebagai pemilik objek sewa gudang terkena “getah” akibat kelakuan para penyewa yang meresahkan tersebut.

Untuk kedua belah pihak, baik penyewa maupun pemilik objek sewa gudang, sebaiknya ada saling keterbukaan. Jangan sampai membubuhkan tandatangan sebelum mengerti isi perjanjian. (dari berbagai sumber)

Minggu, 11 September 2011

Pengelolaan Gudang

Sistem adalah kumpulan interaksi dari sub sistem, dan Manajemen adalah ilmu mengelola sumber daya, sedangkan Gudang adalah tempat penyimpanan barang sementara. Secara ringkas sistem manajemen gudang mengandung pemahaman : pengelolaan dari aktifitas yang saling terkait dalam aktifitas penyimpanan barang sementara. Apa saja aktifitas penyimpanan barang itu? Penerimaan dari pemasok, handling barang, pengeluaran barang ke tujuan adalah garis besar dari aktifitas penyimpanan.
Gudang memiliki arti luas dan lebih dari sekedar tempat penyimpanan saja. Gudang itu sendiri tidak menambah nilai barang secara langsung, tidak ada perubahan citarasa, bentuk, kemasan, dll. Intinya tidak ada kegiatan proses operasi pada barang, yang ada adalah aktifitas transportasi barang dari satu tempat ke tempat lainnya, itu secara umum kegiatan di Gudang.

Beberapa aktifitas di dalam gudang secara sederhana :
1. Administrasi.
2. Penerimaan barang.
3. Penyimpanan barang.
4. Pengepakan barang ke tempat yang dituju.
5. Pengeluaran barang.

Aktifitas ini saling terkait, dan secara personalia harus dikepalai oleh satu orang, semisal Kepala bagian, Supervisor atau semacamnya. Tiap kepala bagian diharuskan menguasai pengendalian pada bagiannya, pengendalian yang harus dilakukan :
1. Pengendalian Operasional
2. Pengendalian Biaya
3. Pengendalian Personalia

Operasional, Biaya dan Personalia saling berkaitan. Menurut saya penguasaan mendalam dan kontrol ketat pada ketiga bagian itu akan melahirkan kondisi yang sehat bagi gudang, ketiga bagian ini perlu terus dikembangkan. Misalnya Pengendalian Personalia, jangan hanya puas dengan kondisi saat ini, jika dapat upgrade lah kemampuan anak buah dengan berbagai hal kreatif. Kepala bagian juga secara rutin berkomunikasi dalam satu forum besar, semisal briefing pagi, atau briefing target2 dan kesalahan-kesalahan yang masih ada. Menurut saya juga tidak ada satu sistem kerja yang sempurna, selalu ada yang lebih baik.

Setiap bagian dalam gudang akan saya bahas pada kesempatan berikut. Meninjau secara umum sistem manajemen gudang sangat menarik bagi orang yang berkecimpung di dalamnya, mengapa? Paling tidak ada beberapa alasan :
  1. Dalam lingkup gudang SDM yang dihadapi level pekerja kasar dan sulit diatur, sehingga diperlukan sebuah pendekatan yang personal dan unik dibandingkan kantoran.
  2. Variabel yang ada sulit dikendalikan, sehingga kapasitas perlu diperbesar setiap hari dalam menangani masalah.
  3. Gudang sebagai pusat logistik namun tidak memberi nilai tambah secara langsung, sehingga prestasi kerja tidak begitu Nampak. Jadi sesempurnanya sebuah gudang, memang begitulah seharusnya dan bukan sebuah prestasi. Misal, biaya gudang harus di bawah 5%, sangat sulit, tetapi ketika kita mencapainya tidak ada prestasi tersendiri, lumrah. Beda dengan Sales yang bisa sekreatif mungkin memainkan angka-angka.
  4. Barang rusak dan hilang nilainya tinggi jika tidak ada pengendalian-pengendalian yang di manaje secara professional.
Sampai saat ini bergerak di bidang logistik, merupakan hal menarik. Lebih kepada behind the scene namun sangat vital dalam sebuah perusahaan yang memiliki Gudang. Secara tidak langsung distribusi logistik pemilu kacau disebabkan belum ada penguasaan mendalam, oleh sebab itu Manajemen Logistik perlu di angkat dan dipelajari dari suatu hal yang sederhana dan kecil sampai suatu sistem yang kompleks dan rumit. Sumber pembelajaran terdapat banyak di situs luar negeri, namun tentunya adopsi yang sesuai dengan karakteristik perusahaan merupakan hal paling baik untuk mencapai produktifitas.
(dari berbagai sumber)